Dia berkisah
Dengan derai di pelupuk mata
Dan nyawa di pangkuannya
Dia kini bersajak
Dengan hari, makin senja
Dan esok, nyawa yang berbeda
Tugu
Saksi bisu, tinggalkan beku
Aspal
Tilas tapal, liukkan terjal
Pada pagi, lagu-lagu berdendang
Pada siang, bulir peluh beranak
Pada sore, jerit raga berontak
Pada malam, ribu isak menggenang
Terik, tak hanya terik dicecap
Dingin, tak hanya dingin merasuk
Liar-liar dunia terekam
Tangis!
Nyawa itu bercerita....
Hanya tangis
Tangis!
Senja itu bersua....
Dengan tangis
Wanda Sp
Sleman, 22 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar