Air yang mengalir tidak pernah membenci sungai. Yang menuntunnya, kemana dia akan bermuara. Karena, jatuhnya pasti akan ke laut juga.
Lalu, aku ingin membiarkan kehidupan ini mengalir apa adanya. Seperi air. Membiarkan kemana arahnya bermuara. Mengikuti setiap langkahnya hingga menuju muara yang masih dirahasiakan. Kita tidak tahu arah muara itu. Apakah akan membawa kita pada sebuah kebahagiaan, atau justru sebaliknya. Semua ditentukan pada jalan yang kita lalui. Membiarkan begitu saja seperti air, atau mencoba mencari jalan lain yang lebih jelas muaranya?
Air yang mengalir di dasar sungai, ia pasti. Jatuhnya akan ke laut juga. Mau berapa lama, berapa banyak dia di sungai. Mau siang, atau malam. Mau beramai-ramai, atau sendirian.
Tapi kita, kita butuh muara yang pasti. Kita butuh laut yang jelas. Muara mana yang ingin kita singgahi. Laut mana yang ingin kita inginkan. Agar kita tahu, sungai mana yang bisa kita lalui. Untuk menghentikan kita pada sebuah laut yang kita cita-citakan. Laut yang kita impikan. Sebelum kita salah mengalir diantara sungai-sungai itu.
Bukankah, pepatah bilang, seribu langkah yang salah, awalnya hanya dikarenakan sebuah langkah yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar