Jumat, 19 September 2014

Kisah Inspirasi dari Muara Air

Air yang mengalir tidak pernah membenci sungai.  Yang menuntunnya, kemana dia akan bermuara.  Karena, jatuhnya pasti akan ke laut juga.

Lalu, aku ingin membiarkan kehidupan ini mengalir apa adanya.    Seperi air.  Membiarkan kemana arahnya bermuara.  Mengikuti setiap langkahnya hingga menuju muara yang masih dirahasiakan.  Kita tidak tahu arah muara itu.  Apakah akan membawa kita pada sebuah kebahagiaan, atau justru sebaliknya.  Semua ditentukan pada jalan yang kita lalui.  Membiarkan begitu saja seperti air, atau mencoba mencari jalan lain yang lebih jelas muaranya?

Air yang mengalir di dasar sungai, ia pasti.  Jatuhnya akan ke laut juga.  Mau berapa lama, berapa banyak dia di sungai.  Mau siang, atau malam.  Mau beramai-ramai, atau sendirian.

Tapi kita, kita butuh muara yang pasti.  Kita butuh laut yang jelas.  Muara mana yang ingin kita singgahi.  Laut mana yang ingin kita inginkan.  Agar kita tahu, sungai mana yang bisa kita lalui.  Untuk menghentikan kita pada sebuah laut yang kita cita-citakan.  Laut yang kita impikan.  Sebelum kita salah mengalir diantara sungai-sungai itu.

Bukankah, pepatah bilang, seribu langkah yang salah, awalnya hanya dikarenakan sebuah langkah yang salah.

kehidupan Seperti Mengayuh Sepeda

Kita tahu, apa itu sepeda.  Sepeda adalah salah satu alat transportasi yang kita jalankan tanpa bantuan alat mesin.  Tapi dengan tenaga kita.  Dengan energi kita.  Kita mengayuhnya, mengayuhnya, dan terus mengayuhnya hingga mencapai tempat yang kita tuju.

Semakin kuat kita mengayuh, maka semakin cepat pula kita sampai ke tempat tujuan.  Semakin pelan kita mengayuh, maka semakin pelan pula kita sampai.

Lelah, memang.  Dan kita pasti butuh berhenti sejenak untuk beristirahat dalam perjalanan itu.  Semakin banyak dan lama waktu kita untuk beristirahat, maka akan semakin lama pula kita sampai ke tempat tujuan.  Bahkan, kita sering terlena saat kita di sini.  Menikmatinya, memanjakan diri kita, dan terlau nyaman untuk terus beristirahat.  Bahkan sampai tertidur karena lelahnya.

Seperti kehidupan, inilah fase sebuah perjuangan.

Bagiku, kita seperti orang yang sedang mengayuh sepedanya untuk mencapai suatu tujuan.   Semakin  cepat bergerak, semakin cepat sampai.  Dan terlalu banyak beristirahat, terlena di dalamnya, maka akan terlalu lama pula kita sampai.

Semua tergantung dari kemauan kita.  Kita ingin cepat sampai pada tempat tujuan kita, atau... Ingin berlama-lama untuk beristirahat.

Kita tidak tahu, Tuhan menyediakan umur kita berapa lama untuk mencapai apa yang kita impikan.

Cerita singkat inspirasi sebuah keluarga kecil

Han, tulisan yang seharusnya tidak pernah kau baca ini tak selayaknya melayang begitu saja.  Ku ukir dengan tinta, atau sisa pensil kemarin.  Dengan air mata, atau pun tanpa air mata.

Han, aku memandang jauh lebih nyata mengenai masa depan kita.  Masa depan yang tak pernah bertepi, sesuai dengan impian kita.  Tapi, membiarkan skenario Tuhan liar begitu saja menghinggapi jiwa kita.  Perasaan kita.

Sebahagia apa kau dengan rumah barumu?  Lihatlah anak kita yang menjerit di sini, Han.  Mungkinkah kau mendengarnya?

Kini umurnya sudah hampir tiga tahun, Han. Tanpamu.  Kau tidak saja meninggalkan istri sepertiku, tapi seorang anak yang tak tau apa-apa tentang kita.

Han, kenapa perempuan itu harus minta pertanggungjawaban kepadamu?  Dan kau menikahinya begitu saja? Lalu, meninggalkan rumah kita yang kini sepi tanpamu.

Han, lagi-lagi, aku hanya memanggilmu, Han.  Han yang dulunya suami dan ayah dalam keluarga kecil kita. Yang sekarang, entah tak ada kabarnya.



Apa yang kita tanam, akan kita panen dikemudian hari.  Jika saja aku menanamnya dengan baik, benar, sungguh-sungguh dan serius, maka... hasilnya akan baik.  Dan jika saja aku menanamnya dengan rasa malas, sikap negatif, dan hal yang buruk, niscaya... hasilnya juga akan buruk.

Kini, aku percaya bahwa apa yang kita kerjakan dan kita tanamkan pada diri kita dan diri orang lain sekarang, suatu saat... pasti kita menuai hasilnya.

Kamis, 18 September 2014

Motivasi Bola

Bola!

Apa yang ada di benak kita membaca kata itu?

Bola.
Sebuah benda berbentuk lingkaran yang sering dimainkan oleh anak kecil.  Bahkan, kaum dewasa juga.  Sebuah benda yang bisa kita tendang, kita lempar, kita pantulkan, sesuai dengan fungsi dan keinginan kita.

Kita tahu, sebuah bola kasti yang sering kita mainkan semasa kita kecil.  Bola tangan berwarna hijau pupus.  Benda itu tiada apa-apanya.  Dia tidak akan bergerak jika kita tidak menggerakkannya.  Dan kita, sebagai pemegang kendali dari bola itu.

Dan, seandainya jika kita menggerakkannya, kira-kira, mau kita gerakkan ke arah mana bola itu?  Ingin dilempar, ditendang, atau dipantulkan?

Kali ini, kita akan mencoba melemparkan bola kasti itu di dalam pikiran kita.  Kita, sebagai pemegang kendalinya.  Kita pedalnya.

Kita lemparkan dengan pelan bola kasti itu.  Lihat, betapa kuat dan tinggi pantulannya.  Lalu, coba kita lemparkan lagi bola itu dengan tenaga yang lebih kuat dari yang pertama.  Dan kita lihat, berapa perbedaan hasil pantulannya pada bola yang kedua?  Semakin kuat dan tinggikah?  Begitu juga pada lemparan ketiga dengan tenaga yang lebih kuat lagi, lemparan selanjutnya, lemparan selanjutnya, hingga lemparan terakhir dengan seluruh energi kita yang paling maksimal.

Semakin kuat, dengan penuh energi, dan sungguh-sungguh kita melempar bola itu, maka semakin kuat dan tinggi pula pantulannya.

Begitu juga dengan hidup.  Semakin kuat niat dan langkah kita, maka, semakin tinggi pula apa yang bisa kita raih.

Bahkan, untuk mendapatkan pantulan bola yang sangat tinggi, kita butuh mengeluarkan seluruh energi kita.  Apalagi untuk mimpi kita, yang jauh lebih indah dari sekedar pantulan bola kasti.


Terinspirasi dari motivasi Merry Riana
Sonora Fm

Selasa, 16 September 2014

keyword

Puisi, Kisah, dan Cerita Cinta

1. Cinta Salah Cerita
2. Jomblo Terkutuk
3. Percakapan Jomblowers
4. Jomblo Rasa Pacaran
5. Jomblo Positif
6. Bahagianya Putus
7. Pria Terganteng
8. Cinta Diam-diam
9. Salah Panggil
10. Love Hickey
11. Suka, Sayang, Cinta
12. Zona Galau
13. Derita Mahasiswa
14. Surat Cinta
15. Bisikan Masa Lalu
16. Cinta Salah alamat
17. Mahasiswa Galau
18. Tragedi Senja
19. Welcome Mantan!
20. Mahasiswa Dodol