Sabtu, 28 Maret 2015

Tanatos

Chalange hari ini

Kata Kunci : Buku
Waktu : 10 menit
Tanpa edit di luar 10 menit, dan lihat betapa berantakan hasilnya.

Sabtu, 28 Maret 2015


Tanatos


Entah, seberapa lama aku tidak pernah memerhatikannya. Pikiranku yang selalu tertutup oleh dirinya. Mungkin. Aku sering mengatakan tidak untuk jatuh cinta pada perempuan itu. Perempuan yang selalu datang menemuiku dengan buku setebal itu. S.H.I.M.L.Y., judul yang terbaca oleh mataku yang sedikit minus.
“Kau menyukainya?” tanyaku waktu itu.
“Ya. Seorang lelaki muda yang mengorbankan semua pendidikannya di luar negeri untuk kekasihnya.” Katanya yakin.
Sungguh, jika aku jadi lelaki dalam cerita itu, aku tak akan melakukannya. Oh... ada apa dengan lelaki seperti itu, yang mengorbankan studi di luar negeri karena masalah perempuan? Ah, bodoh sekali dia.
“Kau tak pernah jatuh cinta.”
Apa? Jatuh cinta? Aku pernah jatuh cinta. Ya... jatuh cinta. Tahu apa dia soal cinta? Oh, perlu kau tahu, perempuan itu namanya Tanatos. Nama yang mengingatkanku tentang teori Freud. Hasrat tentang... hal yang buruk dalam kehidupan ini.
“Kau sedang jatuh cinta?”
“Oh...tidak juga.” Katanya.
“Itu hanya novel, kau terlalu banyak membaca buku fiksi. Pantas saja kau selalu menceritakan hal-hal yang tidak realistik.”
“Tapi ini realistik.” Sanggahnya.
“Oh... mana mungkin? Lelaki mana yang berkorban, tidak melanjutkan studinya gara-gara seorang perempuan yang dia cintai? hah? Itu konyol.”
“Kau tak pernah jatuh cinta!”
“Aku pernah!”
Ya, setidaknya lima tahun lalu.

Minggu, 08 Februari 2015

EMBUN



Pada embun yang selalu menampakkan dirinya di pagi hari,
menyejukkan,
bersembunyi di antara dedaunan yang masih menggeliat.

Manja,
tenang,
seperti bayi yang terlahir kembali.

Kadang meringkik,
menggeliat seolah tak mau bangun,
padahal,
mentari telah terik.

Memberikan kehangatan baginya,
lalu,
melenyapkannya.

Menghangatkan, tapi melenyapkan.
menenangkan, tapi membunuh.

Sleman, 8 Februari 2015